Sabtu, 12 November 2011

Sebuah mesin tua (Acer Aspire 4720z)

Masih ingat saat itu, 2008 silam. Setelah hampir setahun menjadi anak kuliahan di Bandung. Bergelut dengan dunia yang baru, dengan dunia yang sangat amat dekat dengan perangkat yang bernama "komputer". Waktu itu penunjang segala keperluan tugas-tugas kuliah saya hanyalah sebuah PC dari jaman SMP, PC dengan processor Intel Celeron, dengan RAM sebesar 256 Mb. Jika dengan keberadaan software dan penetrasi internet bisa dikatakan bahwa PC tersebut tidak relevan lagi di jaman sekarang. Sekarang PC Celeron tersebut masih ada wujudnya, namun tidak difungsikan lagi. Ya, sebenarnya bisa untuk dipakai untuk sekedar "nyala". Kemarin saya coba untuk install ulang dan sepertinya ada kendala di optikal disknya. Kebetulan saya punya DVD external, saya pikir ini tidak akan menjadi masalah. Saya masukan CD OSnya, kemudian masuk BIOS untuk mensetting boot from USB. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara??? BIOS tersebut tidak memiliki pilihan untuk boot from USB. Sangat disayangkan.



Sebagai mahasiswa IT dengan PC tentu sangat merepotkan kala itu. Kami yang dijejalkan tugas-tugas tanpa henti, yang kesemuanya membutuhkan bantuan komputer terpaksa harus pulang pergi kost-kampus hanya untuk mengerjakan tugas. Sangat tidak flexible! Tapi hikmah memang lebih sering muncul di keadaan-keadaan yang seperti itu, susah, bosan, lelah, sulit. Mengingat masa susah akan membuat kita bersyukur di masa depan. Saya pun sangat menantikan kehadiran laptop sebagai pendamping hari-hari saya. Setelah sekian lama berdoa, Allah menjawab doa saya. Allah mengabulkannya lewat ayah saya. Beliau membelikan laptop saya dari dana pensiunnya. Dana pensiun hasil dari kerja selama puluhan tahun, untuk sebuah laptop. Maka dari itu jangan pernah bertanya betapa berharganya laptop ini bagi saya. Nilai sebuah barang memang tidak selalu ditimbang dari nilai instristik yang melekat dari barang tersebut. Yang paling berharga bagi barang adalah nilai sejarahnya. Nilai dari mana barang tersebut berasal, siapa yang memberinya, dan seberapa dekatnya menemani hari-hari kita. Maka jangan heran jika ada seseorang yang rela menyimpan bungkus coklat di dompetnya hanya karena coklat tersebut pemberian dari orang yang disukainya (untuk hal ini sangat banyak kasus, atau mungkin anda sendiri juga yang melakukannya :) )



Ikatan emosional terhadap suatu barang pun terakumulasi sepanjang perjalanannya. Yang paling memberikan manfaat dan yang paling lama dipakai, biasanya memiliki tempat yang spesial di kehidupan. Tak terkecuali laptop saya ini, Acer Aspire 4720z. Sebuah gadget yang biasa saja, tertanam processor dual-core T2390 (1.86 Ghz), dengan RAM 1 Gb, dan harddisk sebesar 320Gb. Peforma biasa-biasa saja, namun sudah cukup lama menemani saya bergelut dengan teknologi, menghibur hari-hari, menemani mengerjakan tugas sampai larut malam, aaah tak terasa ya 4720z, sudah 3 tahun lebih kita bersama :) Kondisi sekarang kamu problem di LCD yang sudah terlihat bercak putih dan DVD ROM yang telah lemah, tapi itu semua nggak menggantikan posisi 4720z, kehidupan kan bukannya harus saling melengkapi kekurangan kan ya?(setidaknya sampai ada rezeki lain buat beli gadget baru). Sesuatu yah, semoga 4720z awet-awet aja kedepannya, menemani saya berkarya dan produktif.. amiiiinn..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar